Asma adalah kondisi peradangan pada saluran napas yang menyebabkan penyempitan, sehingga penderitanya mengalami sesak napas, batuk, hingga napas berbunyi mengi. Serangan asma bisa muncul tiba-tiba dan menjadi berbahaya jika tidak ditangani dengan cepat.
Untuk itu, selain obat-obatan inhalasi, ketersediaan tabung oksigen di rumah dapat menjadi pertolongan pertama yang sangat penting bagi penderita asma.
1. Penanganan Awal Saat Asma Kambuh
Saat asma kambuh, lakukan langkah-langkah berikut:
a. Tetap Tenang & Posisikan Tubuh dengan Benar
Duduk tegak, jangan berbaring.
Condongkan badan sedikit ke depan dan beri ruang dada agar paru-paru terbuka lebih lebar.
b. Gunakan Obat Inhalasi (Reliever)
Obat seperti salbutamol (inhaler biru) dapat membantu melegakan saluran napas dengan cepat.
Hirup sesuai dosis dokter (biasanya 1–2 semprotan).
Gunakan spacer agar obat lebih efektif masuk ke paru-paru.
c. Hindari Pemicu Serangan
Jika kambuh karena debu, asap rokok, udara dingin, bulu hewan, atau parfum tertentu, segera menjauh dari pemicunya.
d. Berikan Oksigen jika Sesak Berat
Jika penderita tampak:
napas semakin cepat,
sulit berbicara,
bibir mulai kebiruan,
atau inhaler tidak membantu,
maka oksigen diperlukan sebagai pertolongan awal sebelum mendapat penanganan medis.
2. Pentingnya Memiliki Tabung Oksigen di Rumah untuk Penderita Asma
a. Penanganan cepat sebelum ke fasilitas kesehatan
Serangan asma sedang–berat dapat terjadi kapan saja. Dengan tabung oksigen, sesak berat dapat ditangani dalam hitungan menit sebelum pasien dibawa ke klinik/RS.
b. Mengurangi risiko komplikasi
Oksigen membantu mencegah hipoksia (kekurangan oksigen) yang dapat menyebabkan:
jantung berdebar hebat,
pingsan,
bahkan kegagalan organ jika dibiarkan terlalu lama.
c. Sangat berguna pada kondisi darurat
Kemacetan, hujan deras, atau jarak rumah ke rumah sakit menjadi alasan mengapa memiliki tabung oksigen di rumah bisa menyelamatkan nyawa.
d. Dapat dipakai ulang dan tahan lama
Selama dirawat dengan baik, tabung oksigen awet digunakan bertahun-tahun dan cukup diisi ulang saat habis.
3. Cara Memakai Tabung Oksigen
Berikut langkah sederhana dan aman saat menggunakan tabung oksigen:
a. Persiapan
Pastikan tabung berdiri tegak dan aman (tidak mudah jatuh).
Pastikan tekanan tabung masih cukup (lihat pada manometer).
b. Nyalakan atau buka aliran oksigen
Putar knob pada regulator perlahan berlawanan jarum jam.
Lihat indikator tekanan dan pastikan oksigen mengalir.
c. Atur Laju Aliran (Flowmeter)
Untuk sesak ringan–sedang: 2–4 liter/menit.
Untuk sesak berat: 5–10 liter/menit (sesuai petunjuk tenaga medis).
d. Pasang ke alat bantu pernapasan
Ada dua jenis yang umum:
Nasal Cannula (selang hidung) → untuk penggunaan ringan–sedang.
Masker Oksigen → untuk sesak cukup berat karena menyalurkan oksigen lebih maksimal.
e. Pastikan pasien bernapas dengan tenang
Minta pasien menarik napas perlahan dan teratur.
4. Cara Memasang Perlengkapan Tabung Oksigen (Regulator & Selang)
Jika Anda baru membeli tabung oksigen, ikuti langkah pemasangannya:
A. Alat yang diperlukan
Tabung oksigen
Regulator + flowmeter
Kunci pas (jika diperlukan)
Selang oksigen
Masker atau kanula
B. Langkah Pemasangan Regulator
Pastikan tabung dalam kondisi OFF
Tutup valve tabung hingga benar-benar tertutup.Pasang regulator ke kepala tabung
Tempatkan regulator pada lubang valve tabung.
Kencangkan menggunakan tangan atau kunci pas (jangan terlalu keras, cukup kuat dan tidak bocor).
Pasang botol humidifier (jika ada)
Ini membantu udara oksigen yang masuk tidak terlalu kering.Pasang selang oksigen ke regulator
Tekan hingga rapat agar tidak bocor.Buka valve tabung perlahan
Putar sedikit demi sedikit.
Lihat jarum manometer—jika bergerak, tandanya oksigen keluar.Atur aliran udara pada flowmeter
Angka yang dipilih menentukan banyaknya oksigen (L/menit).
C. Tes Kebocoran
Dengarkan apakah ada suara “mendesis”.
Jika ada, tutup kembali dan periksa pemasangan regulator.
D. Gunakan pada Pasien
Pasang masker atau nasal cannula ke wajah pasien.
Pastikan aliran oksigen terasa di hidung atau masker.
5. Kapan Harus Segera ke Dokter atau Rumah Sakit?
Walaupun memiliki tabung oksigen, penderita harus segera dibawa ke fasilitas kesehatan jika mengalami:
Sesak tidak membaik setelah 10–15 menit memakai oksigen.
Bibir/kuku membiru.
Tidak bisa bicara karena sesak.
Mengalami pusing berat atau ingin pingsan.
Menggunakan otot leher/dada untuk bernapas.
Kesimpulan
Penderita asma sebaiknya memahami cara menangani serangan asma sejak awal, termasuk penggunaan inhaler dan menghindari pemicu. Memiliki tabung oksigen di rumah dapat menjadi alat penyelamat saat serangan terjadi, terutama ketika kondisi cukup berat. Dengan mengetahui cara memakai dan memasang tabung oksigen dengan benar, Anda dapat memberikan pertolongan pertama yang aman, cepat, dan efektif.